🇮🇩 PRESIDEN SOLUSI

Katalog Lengkap

108 SOLUSI
PRESIDEN

Seluruh program dan kebijakan yang tercatat dalam buku “Presiden Solusi: Problem Solving ala Prabowo Subianto” (Cetakan Ketiga, Juli 2026).

Pangan & Pertanian16 solusi

  1. #101

    Masalah

    Juga pada awal 2025, ditemukan beberapa merek minyak goreng kemasan 1 liter ternyata isinya kurang dari 1 liter. Penegakan hukum oleh POLRI dengan jeratan 5 tahun penjara (UU Perlindungan Konsumen) dan 20 tahun penjara (TPPU) bagi pemalsu takaran minyak goreng.

    Solusi

    Juga pada awal 2025, ditemukan beberapa merek minyak goreng kemasan 1 liter ternyata isinya kurang dari 1 liter. Penegakan hukum oleh POLRI dengan jeratan 5 tahun penjara (UU Perlindungan Konsumen) dan 20 tahun penjara (TPPU) bagi pemalsu takaran minyak goreng.

  2. #102

    Masalah

    Pada awal 2025 ditemukan 212 merek beras premium diduga oplosan dengan beras medium. Penegakan hukum oleh POLRI dengan jeratan 5 tahun penjara (UU Perlindungan Konsumen) dan 20 tahun penjara (TPPU) bagi pelaku beras oplosan.

    Solusi

    Pada awal 2025 ditemukan 212 merek beras premium diduga oplosan dengan beras medium. Penegakan hukum oleh POLRI dengan jeratan 5 tahun penjara (UU Perlindungan Konsumen) dan 20 tahun penjara (TPPU) bagi pelaku beras oplosan.

  3. #103

    Masalah

    Kita sudah swasembada 8 komoditas pangan, tapi belum berperan sebagai lumbung pangan dunia.

    Solusi

    Pengembangan kawasan pangan terintegrasi (food estate) di Papua Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan terutama untuk komoditas beras dan tebu.

  4. #104

    Masalah

    Kita masih impor 80% kebutuhan konsumsi susu nasional.

    Solusi

    Peningkatan produksi susu hingga 900 ribu ton (peningkatan hampir 100%) pada 2029 dengan importasi indukan dan investasi Danantara. Sumber data: BPS

  5. #105

    Masalah

    Kita masih impor daging 233 ribu ton di 2025, dan konsumsi daging per kapita kita masih sangat rendah.

    Solusi

    Peningkatan produksi daging hingga 5,56 juta ton pada 2029 melalui pembangunan peternakan modern terintegrasi dengan investasi Danantara.

  6. #106

    Masalah

    Kita negara maritim tapi masih impor garam 2,7 juta ton per tahun.

    Solusi

    Pengembangan 2.000 hektare kawasan sentra industri garam nasional di Rote Ndao dengan produksi hingga 400.000 ton per tahun untuk memperkuat kawasan eksisting produksi garam di pulau Madura.

  7. #107

    Masalah

    Indonesia sudah top 5 eksportir udang dunia, tapi belum capai potensinya sebagai eksportir udang nomor 1 di dunia.

    Solusi

    Pengembangan 2.000 hektare tambak udang terintegrasi di Waingapu NTT dengan produksi 52.800 ton per tahun sebagai model untuk direplikasi di sampai dengan 10 lokasi terutama di Indonesia Timur.

  8. #108

    Masalah

    20.000 hektare tambak eks udang di pantai utara Jawa sudah lama terbengkalai karena telah terjadi degradasi kualitas air laut.

    Solusi

    Revitalisasi eks tambak udang menjadi 14.090 hektare tambak nila salin yang lebih tahan kondisi eksisting dengan target produksi 1,18 juta ton per tahun untuk pasar dalam dan luar negeri.

  9. #109

    Masalah

    Walau sudah capai 15,3 juta ton per tahun, produksi perikanan Indonesia di darat masih jauh dari potensinya.

    Solusi

    Revitalisasi 20.000 hektare eks-tambak udang di Pantura Jawa, pembangunan 2.000 hektare tambak udang terintegrasi di Waingapu NTT sebagai tambak percontohan, dan pembangunan 40.000 lokasi budidaya ikan darat tematik di 500 Kabupaten/Kota.

  10. #110

    Masalah

    Kualitas kerja nelayan kita masih sangat terbatas fasilitas kapal tangkap ikan.

    Solusi

    Pengadaan 4.582 kapal ikan modern ukuran 10 GT sampai 1.500 GT untuk menangkap ~2,3 juta ton ikan per tahun dengan memanfaatkan ~30 galangan kapal dalam negeri, export finance dari Inggris dan desain kapal modern dari Babcock dari Inggris.

  11. #111

    Masalah

    Banyak nelayan belum terdukung fasilitas di darat.

    Solusi

    Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dengan fasilitas dermaga, penyimpanan dingin (cold storage), dan sentra ekonomi pesisir. Di awal 2026, sudah terbangun 100 KNMP dan dalam proses dibangun 1.386 KNMP di pertengahan-akhir 2026 dan target 5.000 KNMP dalam 3 tahun mendatang.

  12. #112

    Masalah

    Di akhir 2024, Gudang BULOG hanya bisa simpan cadangan beras 18 hari (~2 juta ton).

    Solusi

    Pembangunan sarana penyimpanan gabah dan beras di setiap gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, dan pembangunan 100 gudang BULOG baru di 92 Kabupaten/Kota. Cadangan beras di BULOG pada April 2026 mencapai 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah RI.

  13. #113

    Masalah

    Harga pupuk bersubsidi sering di atas harga eceran yang ditetapkan yaitu Rp. 2.250 per kg (Urea), Rp. 2.300 per kg (NPK) karena markup oleh perantara.

    Solusi

    Pembentukan 83.371 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang salah satu tugasnya adalah menyalurkan pupuk ke petani sesuai harga eceran tertinggi (HET).

  14. #114

    Masalah

    Harga beli gabah sering jatuh saat panen, bahkan sampai hanya Rp. 4.500 per kg.

    Solusi

    Penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp. 6.500/kg untuk gabah kering panen (GKP) per 15 Januari 2025. Peningkatan HPP, bantuan pompa air dan penyederhanaan penyaluran pupuk tingkatkan Nilai Tukar Petani ke 125, tertinggi selama 34 tahun terakhir.

  15. #115

    Masalah

    Petani sulit mendapatkan pupuk tepat waktu, terutama di awal tahun karena terhambat birokrasi penyaluran pupuk bersubsidi.

    Solusi

    Pemangkasan 145 peraturan penyaluran pupuk, diantaranya 23 Peraturan Pemerintah, 6 Peraturan Presiden dan 11 Peraturan Menteri Pertanian menjadi 1 Peraturan Presiden yang sederhanakan alur salur langsung dari PT Pupuk Indonesia ke pengecer dan petani.

  16. #116

    Masalah

    Di awal 2024, ~1.000.000 hektare sawah kekurangan air.

    Solusi

    Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memberikan bantuan 77.270 pompa diesel dan pompa listrik di 2024 dan 2025, serta 11.000 pompa di 2026 untuk bantu petani mengambil air dari sumber air terdekat.