🇮🇩 PRESIDEN SOLUSI

Katalog Lengkap

108 SOLUSI
PRESIDEN

Seluruh program dan kebijakan yang tercatat dalam buku “Presiden Solusi: Problem Solving ala Prabowo Subianto” (Cetakan Ketiga, Juli 2026).

Pendidikan & SDM16 solusi

  1. #1

    Masalah

    Tingginya angka stunting, gizi buruk, dan ketimpangan konsumsi nutrisi harian anak usia sekolah menjadi ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Masalah ini semakin kompleks karena keterbatasan akses terhadap makanan bergizi merata di seluruh jenjang pendidikan serta jenis satuan pendidikan, di mana anak-anak dari keluarga miskin di sekolah negeri maupun swasta sering kali tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

    Solusi

    Sebagai langkah strategis, diluncurkan intervensi pemenuhan nutrisi harian yang menargetkan seluruh peserta didik secara inklusif. Solusi ini mencakup penyediaan makanan sehat gratis yang didistribusikan secara terintegrasi melalui satuan pendidikan di seluruh jenjang, baik pada sekolah negeri maupun swasta, untuk memastikan tidak ada siswa yang terlewat hanya karena status kelembagaan sekolah mereka.

  2. #3

    Masalah

    Tingginya angka stunting, malnutrisi, dan ketimpangan akses terhadap makanan bernutrisi seimbang masih menjadi tantangan serius bagi tumbuh kembang anak-anak di Indonesia. Banyak peserta didik, terutama dari keluarga berpenghasilan rendah, berangkat ke sekolah tanpa sarapan yang memadai atau mengonsumsi makanan harian yang minim kandungan gizi. Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan daya tangkap, konsentrasi belajar, serta stamina fisik anak di sekolah.

    Solusi

    Sebagai langkah konkret memutus mata rantai malnutrisi tersebut, pemerintah membentuk Badan Gizi Nasional (BGN) dan mencanangkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui pendirian Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di tingkat lokal, pemerintah menghadirkan intervensi gizi langsung (direct feeding) berupa penyediaan paket makanan bergizi seimbang secara gratis yang dibagikan setiap hari kerja.

  3. #5

    Masalah

    Masih tingginya angka putus sekolah dan hambatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin atau rentan miskin di berbagai wilayah Indonesia menjadi tantangan utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Beban biaya personal peserta didik—seperti pembelian seragam, alat tulis, transportasi, hingga biaya operasional sekolah lainnya—sering kali menjadi alasan utama orang tua tidak mampu melanjutkan pendidikan anak-anak mereka. Ketimpangan akses ini berdampak langsung pada rendahnya partisipasi sekolah di tingkat dasar hingga menengah, khususnya pada wilayah pedalaman dan daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi.

    Solusi

    Sebagai langkah strategis untuk mengatasi hambatan finansial tersebut, pemerintah menghadirkan bantuan tunai pendidikan secara langsung kepada peserta didik melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Solusi ini dirancang untuk meringankan beban biaya personal siswa agar mereka dapat terus mengenyam pendidikan tanpa terhalang masalah ekonomi. Melalui mekanisme intervensi biaya yang tersistematis hingga tingkat provinsi, program ini bertujuan mencegah siswa dari risiko putus sekolah (drop out) serta menarik kembali anak usia sekolah yang sempat berhenti agar mau melanjutkan pendidikannya.

  4. #6

    Masalah

    Tinggi angka putus sekolah dan kesenjangan akses pendidikan di Indonesia sebagian besar dipicu oleh hambatan ekonomi pada keluarga miskin dan rentan miskin. Meskipun biaya operasional sekolah pada tingkat dasar telah dibantu, beban biaya personal seperti pembelian buku, seragam, alat tulis, hingga biaya transportasi tetap menjadi halangan berat yang menyulitkan siswa untuk menyelesaikan pendidikannya.

    Solusi

    Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diluncurkan program bantuan biaya pendidikan berbasis bantuan tunai langsung (direct cash transfer) yang ditujukan langsung kepada siswa penerima manfaat. Solusi ini berfokus pada peruntukan dana non-operasional sekolah guna menutupi kebutuhan personal harian siswa, sehingga mencegah risiko berhenti sekolah karena alasan finansial.

  5. #73

    Masalah

    Belum ada program terstruktur untuk membuka akses ke Istana Kepresidenan Jakarta termasuk Istana Merdeka, Istana Negara dan Kantor Presiden untuk keperluan pembangunan karakter dan wawasan generasi muda. Presiden Prabowo jalankan program pendidikan “Istana untuk Anak Sekolah” mulai April 2026. Tur selama 2-3 jam di pagi hari membuka Istana Kepresidenan Jakarta bagi siswa-siswi SMP dan SMA untuk guided tour edukasi, sejarah, dan pemahaman pemerintahan secara langsung. Pendaftaran bisa dilakukan sepanjang tahun di Sekretariat Kabinet/ Kementerian Sekretariat Negara.

    Solusi

    Belum ada program terstruktur untuk membuka akses ke Istana Kepresidenan Jakarta termasuk Istana Merdeka, Istana Negara dan Kantor Presiden untuk keperluan pembangunan karakter dan wawasan generasi muda. Presiden Prabowo jalankan program pendidikan “Istana untuk Anak Sekolah” mulai April 2026. Tur selama 2-3 jam di pagi hari membuka Istana Kepresidenan Jakarta bagi siswa-siswi SMP dan SMA untuk guided tour edukasi, sejarah, dan pemahaman pemerintahan secara langsung. Pendaftaran bisa dilakukan sepanjang tahun di Sekretariat Kabinet/ Kementerian Sekretariat Negara.

  6. #74

    Masalah

    Indonesia perlu 209.000 dokter umum dan dokter spesialis, sedangkan jumlah lulusan dari universitas eksisting belum mencukupi.

    Solusi

    Pembangunan 10 universitas baru berbasis STEMM bekerjasama dengan universitas- universitas terbaik dunia seperti dari Russel Group Inggris, pembukaan prodi baru di Fakultas Kedokteran yang terdiri dari program spesialis dan subspesialis, serta penguatan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit.

  7. #75

    Masalah

    65% lebih orang tua miskin mewariskan kemiskinan ke anaknya.

    Solusi

    Pembangunan Sekolah Rakyat berasrama untuk 500.000 anak SD sampai dengan SMA dari keluarga desil 1 dan desil 2. Di Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga desil 1-2 mendapat lingkungan yang kondusif untuk belajar dan beristirahat, makan 3x sehari, dan bimbingan karier serta wirausaha.

  8. #76

    Masalah

    Belum ada sekolah khusus dari negara untuk anak-anak cerdas istimewa, bakat istimewa (CIBI), padahal sudah dimandatkan dalam UU Sistem Pendidikan Nasional Pasal 5 Ayat 4.

    Solusi

    Pembangunan 20 Sekolah Garuda baru dan penetapan 80 Sekolah Garuda Transformasi dengan kurikulum internasional khusus (International Baccalaureate) untuk anak-anak CIBI.

  9. #77

    Masalah

    Masih banyak sekolah belum punya lab fisika, kimia, biologi dan bahasa. 2 juta interactive flat panel (IFP) yang sudah dan akan dibagikan untuk setiap ruang kelas dalam program digitalisasi pendidikan bisa manfaatkan secara optimal lab virtual fisika, kimia, biologi dan bahasa di web rumah.pendidikan.go.id.

    Solusi

    Masih banyak sekolah belum punya lab fisika, kimia, biologi dan bahasa. 2 juta interactive flat panel (IFP) yang sudah dan akan dibagikan untuk setiap ruang kelas dalam program digitalisasi pendidikan bisa manfaatkan secara optimal lab virtual fisika, kimia, biologi dan bahasa di web rumah.pendidikan.go.id.

  10. #78

    Masalah

    Pembayaran tunjangan dan insentif untuk guru-guru kita seringkali terlambat. Per Maret 2025, Pemerintah menetapkan transfer langsung tunjangan guru ASN (Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan) dari Kemenkeu ke rekening guru, memotong alur birokrasi daerah agar lebih cepat, transparan, dan efisien.

    Solusi

    Pembayaran tunjangan dan insentif untuk guru-guru kita seringkali terlambat. Per Maret 2025, Pemerintah menetapkan transfer langsung tunjangan guru ASN (Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan) dari Kemenkeu ke rekening guru, memotong alur birokrasi daerah agar lebih cepat, transparan, dan efisien.

  11. #79

    Masalah

    Guru-guru terbaik Indonesia perlu bisa mengajar di setiap ruang kelas.

    Solusi

    Pengembangan Studio Guru di Jakarta untuk guru-guru terbaik bisa mengajar secara daring melalui 2 juta interactive flat panel (IFP) yang sudah dan akan dibagikan untuk setiap ruang kelas.

  12. #80

    Masalah

    Perlu ada sekolah terintegrasi SD-SMA percontohan untuk jadi center of teaching and learning excellence dan picu peningkatan capaian pendidikan di setiap Kabupaten Kota.

    Solusi

    Pembangunan 500 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dari SD sampai SMA, pembangunan 20 Sekolah Garuda baru serta penetapan 80 Sekolah Garuda Transformasi sebagai sekolah-sekolah percontohan pembelajaran.

  13. #81

    Masalah

    Pemerintah Daerah mendata 6.000 lebih jembatan perlu dibangun agar anak-anak bisa menyeberangi sungai dengan aman dan nyaman untuk pergi ke sekolah. Di Januari 2026, dibentuk “Satgas Jembatan” pimpinan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) membangun setidaknya 3.000 jembatan di 2026, dengan sisanya diselesaikan 2027. Per April 2026, sudah terbangun 300 jembatan oleh Satgas Jembatan.

    Solusi

    Pemerintah Daerah mendata 6.000 lebih jembatan perlu dibangun agar anak-anak bisa menyeberangi sungai dengan aman dan nyaman untuk pergi ke sekolah. Di Januari 2026, dibentuk “Satgas Jembatan” pimpinan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) membangun setidaknya 3.000 jembatan di 2026, dengan sisanya diselesaikan 2027. Per April 2026, sudah terbangun 300 jembatan oleh Satgas Jembatan.

  14. #82

    Masalah

    Masih banyak anak sekolah tidak punya buku tulis. Di 2026, dimulai program pemberian bantuan perlengkapan sekolah termasuk buku tulis untuk semua anak yang membutuhkan.

    Solusi

    Masih banyak anak sekolah tidak punya buku tulis. Di 2026, dimulai program pemberian bantuan perlengkapan sekolah termasuk buku tulis untuk semua anak yang membutuhkan.

  15. #83

    Masalah

    Di 2025, terdata 500.000 lebih ruang kelas dalam kondisi rusak dan rusak berat.

    Solusi

    Revitalisasi terbesar sarana dan prasarana sekolah, dimulai dengan 16.140 sekolah di 2025, 70.000 sekolah di 2026, dengan total 300.000 sekolah di tahun 2025-2029.

  16. #84

    Masalah

    Capaian PISA anak sekolah kita salah satu terendah di dunia, Bank Dunia perkirakan butuh 200 tahun untuk kualitas pendidikan Indonesia mencapai standar OECD tanpa perubahan drastis.

    Solusi

    Digitalisasi pembelajaran dengan pembagian 2 juta interactive flat panel (IFP) 75 inch untuk semua ruang kelas, pembangunan 500 Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai sekolah percontohan tingkat Kabupaten Kota, dan perbaikan kesejahteraan guru.